Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 25 Mei 2014

RASIONAL PENGEMBANGAN DAN ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM 2013


A. Latar Belakang Perlunya Pengembangan Kurikulum 2013
Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peseta didik. Kurikulum 2013 dikembangkan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan untuk mengarahkan peserta didik menjadi :
1.      Manusia berkualiatas yang mampu proaktif menjawab tantangan zamanyang selalu berubah.
2.      Manusia terdidik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan
3.      Warga negara demokratis, bertanggung jawab.

B. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013
Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan  yang dihadapi, baik tantangan internal maupuntantangan eksternal
1.   Tantangan Internal
a.   Pemenuhan 8 standar nasional pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengolahan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
b.   Perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. SDM usia produktif apabila memiliki kompetensi dan ketrampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. Namun apabila tidak memiliki kompetensi dan ketrampilan tentnya akan menjadi beban pembangunan!
2.   Tantangan Eksternal
a.   Tantangan masa depan
b.   Kompetensi masa depan
c.   Persepsi masyarakat
d.   Perkembangan Pengetahuan dan pedagogi
e.   Fenomena negatif
3.   Penyempurnaan pola pikir
Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola  pikir dalam proses pembelajaran sebagai berikut.
a.   Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa
b.   Dari satu arah menuju interaktif
c.   Dari isolasi menuju lingkungan jejaring
d.   Dari pasif menuju aktif-menyelidiki
e.   Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata
f.    Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim
g.   Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan khaidah keterkaitan
h.   Dari stimulsi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru
i.    Dari alat tunggal menuju alat multimedia
j.    Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif
k.   Dari produksi massa menuju kebutuhan kebutuhan pelanggan
l.    Dari usaha sadar tunggal menuju jamak
m. Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak
n.   Dari kontrol terpusat menuju menuju otonomi dan kepercayaan
o.   Dari pemikiran faktual menuju kritis
p.   Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan
4.   Penguatan Tata Kelola Kurikulum
5.   Pendalaman dan Perluasan Materi
C.  Karakteristik Kurikulum 2013
D.  Proses Pembelajaran
E.  Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013
F.  Struktur Kurikulum SD/MI
G. Elemen-elemen Perubahan Kurikulum 2013
Elemen-elemen Perubahan Kurikulum 2013 mencakup SKL, SI, Standar Proses, Standar Penilaian.

1.1   SKL, KI, KD DAN STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
A.  STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
Standar kompetensi lulusan merupakan salah satu dari 8 Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi Lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan, yang akan menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum dalam rangka mewujudkan tujuan pendidkan nasional.
B.  KOMPETENSI INTI
Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga.

C.  KOMPETENSI DASAR
Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. KD dibagi menjadi 4 Kelompok.
D.  STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
1.   Pengembangan Kurikulum 2013 pada satuan pendidikan
2.   Manajemen Implementasi
3.   Evaluasi Kurikulum

1.2  SKL, KI, KD DAN STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
A.    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
Standar kompetensi lulusan merupakan salah satu dari 8 Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi Lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan, yang akan menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum dalam rangka mewujudkan tujuan pendidkan nasional.
B.    KOMPETENSI INTI
Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga.
C.   KOMPETENSI DASAR
Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. KD dibagi menjadi 4 Kelompok.
D.   STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
1.   Pengembangan Kurikulum 2013 pada satuan pendidikan
2.   Manajemen Implementasi
3.   Evaluasi Kurikulum
 
1.3       PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU, PENDEKATAN SAINTIFIK, MODEL-MODEL PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN AUTENTIK
A. PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU
Pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated thematic instruction (ITI) dikembangkan pertama kali pada awal tahun 1970-an. Belakangan PTP diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly effective teaching model)  karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik peserta didik di dalam kelas atau dilingkungan sekolah.
1. Fungsi dan Tujuan
Tujuan pembelajaran tematik terpadu adalah:
a.   Mudah memusatkan perhatian pada satu tema tertentu;
b.   Mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c.   Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d.   Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik
e.   Lebih bergairah belajar
f.    Lebih merasakan manfaat dan makna belajar
g.   Guru dapat menghemat waktu
h.   Dapat menumbuhkan budi pekerti dan moral pendidik
2. Ciri-ciri pembelajaran terpadu
a.   Berpusat pada anak
b.    Memberikan pengalaman langsung pada anak
c.   Pemisahan antara muatan mata pelajaran tidak begitu jelas
d.   Menyajikan konsep dari berbagai pelajaran dalam satu proses  pembelajaran
e.   Bersifat luwes
f.    Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak
3. Kekuatan tema dalam proses pembelajaran
4. Peran tema dalam proses pembelajaran
5. Tahapan Pembelajaran Tematik terpadu
a. Memilih/menetapkan tema
TEMA KELAS II
1.   Hidup rukun
2.   Bermain di lingkinganku
3.   Tugasku sehari-hari
4.   Aku dan sekolahku
5.   Hidup bersih dan sehat
6.   Air Bumi dan Matahari
7.   Merawat hewan dan tumbuhan
8.   Keselamatan di rumah dan perjalanan

b. Melakukan analisis SKL, KI, Kompetensi Dasar dan membuat Indikator
Analisis Kurikulum dilakukan dengan cara membaca semua standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, serta Kompetensi Dasar dari semua muatan pelajaran.
c.   Membuat Hubungan pemetaan antara Konmpetesi dasar dan indikator dengan tema kompetensi dasar dari semua muatan pelajaran telah disediakan dalam kurikulum 2013
d.   Membuat jaringan kompetensi dasar
e.   Menyusun Silabus tematik terpadu
f.    Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu
B.  PENDEKATAN SAINTIFIK
1.   Esensi Pendekatan Saintifik/Pendekatan Ilmiah
Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karena itu kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran.
2.   Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah
Menurut permendiknas nomor 81 A tahun 2013 lampiran IV, proses pembelajaran terdiri atas 5 pengalaman belajar pokok yaitu:
a.   Mengamati
b.   Menanya
c.   Mengumpulkan informasi/ekperimen
d.   Mengasosiasikan/mengolah informasi dan
e.   Mengkomunikasikan

C. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran berbasis proyek
a. Konsep/Devinisi
Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/ kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interprestasi, sistesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki karakteristik berikut ini:
1.   Peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja.
2.   Adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik.
3.   Peseta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan.
4.   Peserta didik secara kolaboratif bertanggung jawab uuntuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan.
5.   Proses evaluasi dijalankan secara kontinyu.
6.   Peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan.
7.   Produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif.
8.   Situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan perubahan.
Beberapa hambatan dalam implementasi PjBL :
1.   Memerlukan banyak waktu untuk permasalahan konplek
2.   Banyak orang tua yang merasa di rugikan karena menambah biaya untuk memasuki sistem baru.
3.   Banyak guu yang merasa nyamn dengan kelas tradisional, dimana guru memegang peran utama di kelas. Ini merupakan transisi yang sulit, terutama bagi guru yang kurang atau tidak menguasai teknologi.
4.   Banyak peralatan yang harus disediakan sehingga kebutuhan listrik bertambah.
b.   Fakta empirik keberhasilan
Keuntungan pembelajaran berbasis proyek diantaranya ;
1)  Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar dan mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting.
2)  Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kolaborasi dll
Kelemahan pembelajaran berbasis proyek diantaranya:
1)  Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah
2)  Membutuhkan biaya yang cukup banyak dst.
c.   Langkah-langkah Operasional
1)  Penentuan pertanyaan mendasar
2)  Mendesain perencanaan proyek
3)  Menyusun jadwal
4)  Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek
5)  Menguji hasil
6)  Mengevaluasi pengalaman
d.   Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek.
1)  Penilaian Proyek
2)  Penilaian produk

2. Pembelajaran Berbasis Masalah
Adalah merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar.
Tahap-tahap model PBL
FASE 1 : Orientasi siswa kepada masalah
FASE 2 : Mengorganisasikan siswa
FASE 3 : Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
FASE 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
FASE 5: menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
1.   Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery Learning)
Didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri.mempunyai prinsip yang sama dengan inquiry.
Langkah-langkah Operasional Implementasi dalam Proses Pembelajaran.
1)  Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
2)  Problem statemen
3)  Data collection
4)  Data processing
5)  Verification (pembuktian)
6)  Generalization (menarik kesimpulan)

C.  PENILAIAN AUTENTIK
Adalah suatu istilah yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah.
1.   Jenis-jenis penilaian autentik
a.   Penilaian Sikap
Terdiri dari :
1)  Observasi
2)  Penialaian Diri
3)  Penialaian Antar Teman
4)  Jurnal Catatan Guru
b.   Penilaian Pengetahuan
Aspek pengetahuan dapat dapat dinilai dengan cara berikut ini :
1)  Tes Tulis
2)  Tes Lisan
3)  Penugasan
c.   Penilaian Ketrampilan
Aspek keterampilan dapat dinilai dengan cara berikut :
1)  Penilaian Kinerja
Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja antara lain sebagai berikut:
·      Daftar Cek
·      Catatan anekdot/narasi
·      Skala Penilaian
·      Memori/Ingatan
·      Rubrik : mempunyai skala/point yang tetap dan jelas untuk setiap kriteria penilaian sangat disarankan untuk menggunakan rubrik dengan 4 poin skala(1-4).
2)  Penilaian Proyek
Merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu.
Tiga hal yang perlu diperhatikan :
·      Ketrampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan.
·      Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik.
·      Keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik.
3)  Penilaian Portofolio
Penilaian dengan memanfaatkan portofolio merupakan penilaian melalui sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu.
Hal-hal yang harus dilakukan dalam menggunakan portofolio adalah :
·      Masing-masing peserta didik memiliki portofolio sendiri yang didalamnya memuat hasil belajar siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi.
·      Menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulkan/disimpan.
·      Sewaktu-waktu peserta didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap.
·      Peserta didik dengan kesadaran sendiri menindak lanjuti catatan guru.
·      Catatan guru dan perbaikan hassil kerja yang dilakukan peserta didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan belajar peserta didik dapat terlihat.


0 komentar:

Posting Komentar